Pengertian Semantic Tag pada HTML5
HTML5 memperkenalkan sekitar 30an tag baru (dan mungkin akan terus
bertambah), sebagian besar diantaranya berfungsi untuk membuat struktur HTML,
atau yang dikenal dengan semantic tag.
Apa yang dimaksud dengan semantic tag? Semantic Tag atau Semantic Markup, adalah sebutan untuk tag-tag HTML
yang memiliki ‘arti‘ atau ‘makna’. Kata semantic berasal dari kata yunani yang berarti ‘mempelajari arti‘ (the study of meaning).
HTML ditujukan untuk membuat struktur halaman web. Tag <p> misalnya, digunakan untuk membuat
paragraf, tag <h1> untuk membuat
judul/header, dan tag <table> untuk
membuat tabel, kesemua tag ini memiliki ‘arti‘ yang jelas,
karena itu termasuk kedalam semantic tag.
Sedangkan tag seperti <div> dan <span> tidak memiliki arti apa-apa,
namun sering dijumpai untuk membuat struktur halaman. Jika anda pernah
merancang web menggunakan CSS, tag <div> adalah tag yang sangat sering
digunakan. Untuk membuat bagian header yang berisi menu navigasi atau logo,
biasanya kita menggunakan tag <div id=”header”>,
untuk membuat footer biasanya menggunakan <div id=”footer”>,
sedangkan untuk menu utama bisa menggunakan <div id=”menu”>atau <div id=”nav”>.
Walaupun dari atribut id kita bisa melihat ‘arti‘ dari tag-tag
tersebut, akan tetapi tag <div> itu sendiri tidak memiliki arti apa-apa (non semantic tag). Web browser seperti screen reader
untuk teman kita yang bekebutuhan khusus, tidak bisa menentukan apakah tag ini
adalah header, atau konten dari website. Kita bisa saja membuat header halaman menggunakan <div id=”head”>, <div id=”header”>,atau <div id=”atas”>.
HTML5 memperkenalkan tag-tag baru yang ditujukan untuk mengatasi hal ini.
Daripada menggunakan <div id=”header”>,
kita bisa menggunakan tag <header> sebagai
penanda bagian atas halaman HTML, dan tag <footer> untuk
penanda bagian bawah halaman web.
Beberapa semantic tag yang dibawa oleh HTML5 adalah sebagai berikut:
·
<article>
·
<aside>
·
<figcaption>
·
<figure>
·
<footer>
·
<header>
·
<main>
·
<mark>
·
<nav>
·
<section>
·
<summary>
·
<time>
Sebagian besar dari semantic tag tersebut
digunakan untuk membuat struktur halaman. Kita akan membahas cara penggunaannya
dalam tutorial-tutorial berikutnya.
Semantic Tag yang Tanpa Style
Sebuah hal menarik dari semantic tag yang ada pada HTML5 adalah: sebagian
besar tidak memilikistyle bawaan.
Jika kita menggunakan tag <p> atau
tag <h1>, kedua tag ini akan tampil pada baris baru
dan berjarak beberapa spasi dari kalimat yang berada sebelumnya. Tag <h1> juga akan ditampilkan secara tebal (bold). Ini adalah style bawaan
dari tag HTML.
Tag-tag semantic pada HTML5 umumnya tidak ‘membawa‘ style apa-apa. Tag <header> tidak
akan membuat huruf menjadi besar seperti layaknya tag <h1>. Jadi apa fungsi tag ini?
Kembali ke tujuan awal HTML, bahwa ia dirancang untuk membuat struktur
halaman, bukan tampilkan. Efek tampilan seperti spasi (margin), huruf tebal, huruf miring, dll sebaiknya
ditambahkan menggunakan CSS.
Style bawaan dari tag <p> dan <h1> juga sering menjadi masalah apabila
kita ingin mengubahnya. Bahkan adalah hal ‘wajib‘ bagi desainer web untuk menghapus style bawaan ini dengan metoda yang dikenal dengan CSS reset. CSS reset bertujuan untuk membuang
seluruh style bawaan, sehingga tag-tag HTML menjadi tanpa style sama sekali. Hal ini memudahkan perancangan
desain web.
Karena hal inilah, tag-tag semantic pada HTML5 dirancang tidak memiliki
style. Tetapi kita bisa dengan mudah memperindahnya menggunakan CSS.
Refrensi:
www.duniailkom.com




0 comments:
Post a Comment